Nonton Filem POrno salah satu penyebab perselingkuhan Rumah Tangga

13 Penyebab Suami Selingkuh alasan wanita selingkuh setelah menikah bahaya selingkuh emosional penyebab perselingkuhan suami wanita selingkuh lebih berbahaya selingkuh hati di dunia maya alasan wanita selingkuh dengan suami orang Penyebab Utama Perselingkuhan yang Belum Kamu Ketahui MENGENAL “16 FAKTOR PEMICU PERSELINGKUHAN 5 Penyebab Sering Terjadinya Perselingkuhan dalam Pernikahan

Salah satu rahasia umum bagi kalangan pria adalah pernah menonton film atau melihat majalah dengan konten pornogragi. Sebenarnya, rangsangan yang timbul setelah menonton film porno bisa berdampak baik bagi kehidupan seks pasangan dan juga dapat memberikan ide baru agar moment bercinta tak membosankan.
Namun sesuatu yang baik pun jika dikerjakan secara berlebihan tentu bisa berdampak buruk. Sebuah studi terbaru, mengatakan menonton film porno bisa meningkatkan potensi pria untuk selingkuh. Selain itu didapati juga bahwa pria yang tidak setia, tiga kali lebih sering menonton pornografi ketimbang pria setia.
Pelitian dari University of Central Florida, A Marlea Gwinn, pornografi bisa memicu pria untuk melakukan hubungan seks dengan wanita selain kekasihnya, meskipun tidak ada keterikatan emosional. Melihat konten porno juga membuat pria berpikir bahwa ada banyak ‘pilihan (wanita) yang lebih menarik’ di luar sana selain pasangannya.
Gambar-gambar erotis juga memicu insting pria untuk bereproduksi, tapi dengan lebih dari satu pasangan dan rasa cinta maupun hubungan asmara tidak terlibat di sini. Seksolog dan psikiater Dr Dhananjay Gambhire mengatakan bahwa menonton film porno mungkin saja meningkatkan keinginan pria untuk lebih nekat dan berselingkuh.
“Saya sudah melakukan observasi dan menemukan bahwa menonton film porno lebih umum dilakukan pria yang berselingkuh atau datang ke tempat prostitusi,” ujar Dr Dhananjay, seperti dilansir dari Times of India.

Pendapat Dr Dhananjay diamini Dr Milan Balakrishnan yang juga seorang psikiater. Menurutnya, melihat pornografi memang bisa meningkatkan risiko pria berselingkuh. Tapi ia menegaskan itu bukan faktor tunggal. Pria selingkuh bukan semata-mata karena hanya menonton film porno, tapi juga dipicu hal lain. Salah satu pemicunya adalah jika pria yang mengambil keputusan tanpa pemikiran yang matang dan tak memperhitungkan konsekuensi lebih mudah berselingkuh. Jadi, menonton pornografi mungkin hanya jadi pemicu, tapi bukan penyebab langsung pria selingkuh.
Namun bukan berarti menonton film porno sepenuhnya tidak sehat bagi kehidupan seksual suami istri. Pornografi hanya akan bermasalah jika sudah menjadi kecanduan. Oleh karena itu, bukan berarti wanita harus melarang pria untuk tidak menonton film porno sama sekali. Tetapi frekuensinya yang dibatasi.
“Kita tidak harus menghindari pornografi, karena bagaimanapun juga itu bisa digunakan sebagai cara yang efektif dan aman untuk meningkatkan libido bagi pasangan yang sudah lama menikah atau jarang berhubungan seks,” kata Dr Milan.
Untuk mencegah perselingkuhan karena pornografi, ia menyarankan untuk menontonnya bersama pasangan. Sekali lagi, menonton film porno aman apabila dibatasi dan tidak membuat kamu mau pasangan merasa bersalah.
Penyebab perselingkuhan
Apakah kamu sering mengobrol mendalam dan panjang lebar, serta bertukar pesan singkat dengan lawan jenis yang bukan pasanganmu? Hati-hati. Jangan-jangan kamu sedang selingkuh hati.
Banyak orang mengira bahwa pria akan meninggalkan istrinya untuk wanita yang lebih seksi atau lebih cantik. Sementara wanita akan meninggalkan suaminya demi pria yang lebih mapan. Penelitian menemukan bahwa bukan itu masalah utama perceraian.

Pria Berselingkuh: Kedekatan Emosional


Lebih dari 80 persen mengaku berselingkuh bukan dengan wanita yang lebih menarik secara fisik dibandingkan istrinya. Alasan utama pria berselingkuh adalah bukan karena ingin berhubungan seksual dengan wanita yang bertubuh lebih seksi, tetapi lebih karena hilangnya kedekatan emosional dengan istrinya.
Sekitar 48 persen pria mengakui bahwa mereka ingin dihargai oleh istri karena kerja kerasnya. Sayangnya, karena pria lebih tidak ekspresif dibandingkan wanita, maka kemungkinan besar dia tidak akan membicarakan kebutuhannya ini kepada sang istri. Sebagai akibatnya, mereka merasa membutuhkan hubungan dengan intimasi emosional dengan orang lain.
Sepanjang perjalanan pernikahan, lama-kelamaan pasangan dapat menjadi kurang menghargai keberadaan satu sama lain. Penghargaan ini menjadi salah satu kunci utama membangun kedekatan emosional yang mungkin kemudian didapatkan dari orang lain. Penelitian menemukan bahwa hampir setengah pria yang berselingkuh bertemu selingkuhannya di tempat kerja. Oleh karena pria butuh pengakuan, maka umumnya wanita yang menjadi selingkuhannya adalah orang yang memuji dan mengagumi kerja kerasnya.

Wanita Berselingkuh: Kesendirian dan Butuh Perhatian

Pada wanita, perselingkuhan sering bermula dari perasaan sendiri, tidak bahagia, dan merasa diabaikan oleh pasangan mereka. Bagi wanita, perselingkuhan umumnya menjadi cara sebagai peralihan sebelum mengakhiri pernikahan, sementara bagi pria, ini hanya menjadi strategi alternatif. Wanita menginginkan sosok yang memandang dan mengaguminya sehingga dia merasa menarik seperti dulu.
Perselingkuhan menjadi cara bagi wanita untuk mendapat perhatian yang mereka inginkan. Sebagian wanita ingin mengakhiri pernikahannya, tapi belum berani melakukannya, sehingga menempuh perselingkuhan sebagai cara transisi. Selain itu, sebagian wanita berselingkuh di masa saat mereka sedang rapuh atau mengalami perubahan besar di dalam hidupnya, seperti saat kehilangan pekerjaan atau kegagalan pada bisnisnya. Dalam masa-masa ini, selingkuh dianggap sebagai jalan keluar yang dapat menenangkan dirinya.

Selingkuh Hati

Alasan utama di atas membuat banyak orang yang kemudian berselingkuh hati, bahkan tanpa mereka sadari. Umumnya orang yang menjalani selingkuh hati merasa bahwa ada yang kurang dalam pernikahannya. Sehingga ketika ada pria atau wanita lain yang dapat dia ajak bicara, dia merasa diperhatikan dan diinginkan.
Walau tidak selalu melibatkan kontak fisik, tapi selingkuh hati bukan berarti tidak salah. Banyak hubungan yang hanya bermula secara emosional ini berujung kepada hubungan seksual. Lebih jauh, selingkuh hati bahkan lebih berbahaya dibandingkan perselingkuhan fisik. Pasangan yang melakukan hubungan seksual tidak selalu memiliki kedekatan dan kasih sayang. Namun sebaliknya, selingkuh hati melibatkan sisi emosional, yaitu keterhubungan, kedekatan, saling menyukai, dan pada akhirnya mencintai.
Oleh karena tidak melibatkan kontak fisik, sebagian orang sulit mengategorikan apakah mereka sedang mengalami selingkuh hati. Periksa tanda-tanda berikut untuk tahu apakah kamu pernah atau sedang berselingkuh hati.
  • Kamu berdandan dan lebih berhati-hati memilih pakaian untuk menarik perhatian orang lain itu.
  • Kamu memfokuskan banyak energi emosional pada orang tersebut. Kamu cenderung merasa sedih atau cemburu jika dia mengabaikanmu.
  • Kamu menceritakan hal seperti mimpi dan harapan yang bahkan tidak diketahui oleh pasangan resmimu.
  • Kamu merasa bersalah jika pasangan utamamu melihat kalian bersama.
  • Kamu menceritakan masalah rumah tanggamu.
  • Kamu menganggapnya penting dan sering meluangkan waktu untuk bisa bersamanya.
  • Kamu merahasiakan pertemuan dan obrolanmu dari pasangan resmi, termasuk pesan singkat dan surel.
  • Kamu merasa bergantung padanya secara emosional.
Oleh karena sulit dicerna oleh logika, perselingkuhan membuat seseorang mempertanyakan akal sehat mereka, sehingga bisa jadi merasa depresi, sering menangis, dan tidak dapat berkonsentrasi. Ini sebabnya orang-orang yang menjalani pernikahan monogami dengan benar-benar memegang janji suci mereka terbukti lebih sehat secara mental.
Tidak sedikit pernikahan yang kembali utuh setelah perselingkuhan. Semuanya membutuhkan peran dari kedua pihak untuk mengevaluasi diri, memaafkan, memberi waktu bagi satu sama lain, dan memperbarui komitmen, serta kedekatan emosional. Melibatkan pihak ketiga seperti terapis, psikolog, atau kerabat bisa membantu proses rekonsiliasi.


Artikel Terkait


Home